About me

NAME: FAUZI URIP

My profil

Foto saya
tegal, jawa tengah, Indonesia

Kamis, 31 Maret 2011

JANGAN SU 'UDZON (BURUK SANGKA) KEPADA ALLAH

“Barang siapa yang mengira lenyapnya kasih sayang Allah dari ketetapan (Qodar) Allah, maka yang seperti ini adalah karena dangkalnya pandangan iman.”

Menduga duga tentang pemberian Allah, terutama berburuk sangka kepada-Nya atas nikmat nikmat-Nya adalah perbuatan dosa. Seorang hamba dilarang menduga bahwa Allah telah mengurangi kasih sayang dan pemberian-Nya  karena sesuatu bencana yang sedang dialami oleh si hamba.

Seorang hamba hendaklah dapat merasakan pemberian Allah sebagai anugerah, maka ia pun harus dapat merasakan percobaan dari Allah itu juga suatu anugerah kasih sayang dari Allah Swt. Hikmahnya seorang hamba dalam keadaan kesusahan, atau sedang tertimpa bencana, ia akan bertambah dekat kepada Allah Swt. Dengan dekatnya si hamba kepada-Nya, maka akan berlimpahlah kasih sayang kepada si hamba. Itulah anugerah yang tak ada taranya. Orang yang keimanannya tebal, akan menerima setiap bencana, selain sebagai ujian atas keimanan, termasuk Allah menunjukkan kasih sayang dan rahmat-Nya  kepada si hamba, sebagai bukti Allah adalah Robbun (pengasuh, pendidik) bagi alam semesta dan seluruh makhluk-Nya. Nabi Muhammad Saw dalam hal ini bersabda, “Allah Ta’ala menguji seorang hamba dengan bencana.  Apabila si hamba sabar menerima, maka ia termasuk pilihan. Apabila ia ridho menerima, maka ia termasuk orang istimewa.”

Seperti diterangkan pula dalam hadits sahabat Abi Huroiroh bahwa Nabi Saw bersabda, “Tiada apapun yang menimpa seorang Mukmin berupa bencana dan menderita kesusahan, kecuali semua itu menjadi sebab untuk menghilangkan dosa dosanya.” (HR Bukhori dan Muslim). Sahabat Ibnu Mas’ud juga meriwayatkan dari hadits lain, ia menyebut, Bahwasanya tiada seorang muslim pun yang tertimpa kerusakan dan penyakit, atau bencana yang lebih ringan lagi, kecuali Allah Ta’ala akan menggugurkan dosa dosanya, bagaikan gugurnya daun dari dahan pohon.”

Manusia sebagai hamba Allah dalam menjalankan hidupnya di dunia ini hendaklah jauh dari prasangka jelek kepada Allah, agar jiwanya tidak risau dan tertimpa penyakit yang dapat menegangkan syaraf. Ia harus berprasangka baik (Husnudzon      ) kepada Maha Pencipta. Ia harus penuh keyakinan bahwa Allah Ta’ala Maha Adil dan Maha Pemelihara. Allah telah
membagi rahmat-Nya kepada manusia sesuai dengan rencana Allah.

Tidak ada kebaikan yang telah dilaksanakan oleh manusia kecuali sebelumnya telah melalui ujian. Demikian juga tiada bencana yang menimpa manusia kecuali itu pun sebagai ujian. Barangsiapa yang melalui ujian Allah, maka ia berada di jalan Allah. Ia sedang berada di medan jihad. Allah ta’ala sangat menyenangi seorang hamba yang ridho menerima ujian dan cobaan serta menang dalam medan jihad. Allah mencintai dan meridhoi hamba tersebut.
Rahmat Allah yang diberikan untuk manusia bisa terjadi di dunia ini juga, dan bisa pula di tunda di akhirat. Itu akan menunjukkan kehebatan dan kekuasaan-Nya kepada manusia, bersamaan dengan itu pula Allah menunjukkan kasih sayang dan keadilan-Nya.

Ummul Mukminin Sayidah Aisya ra. meriwayatkan pula sabda junjungan Rosulullah Saw, “Barangsiapa diuji dengan beberapa kesulitan, dan ia dapat mengatasi kesulitan itu dengan ketabahan dan menerimanya dengan ikhlas, tertulis baginya di sisi Allah dengan derajat yang mulia dan dihapus dosa dosanya.”  Seorang muslim yang sholeh tidak boleh mengira dan berprasangka bahwa Allah tidak memperhatikan lagi dirinya. Karena perkiraan seperti ini adalah pandangan yang sempit dan dangkal. Seorang muslim memandang Allah tidak semata mata dari segi pemberian Allah yang jelas dan dirasakan dengan alam jasmani, akan tetapi ia harus melihat pemberian Allah dari sisi yang lain yang tidak dapat dilihat dan dinyatakan dengan mata kepala.

Ia harus melihat pemberian Allah dengan mata rohani, sehingga mampu merasakan kekayaan rohani yang dimilikinya itu adalah pemberian Allah.  Keselamatan, kesehatan, ketenangan, keyakinan iman dan banyak lagi lainnya adalah kekayaan rohani yang sangat mahal harganya. Allah Ta’ala tidak pernah melupakan hamba hamba-Nya, manusialah yang lupa kepada-Nya. Karena sedikit sekali manusia yang bersyukur kepada pencipta-Nya.

Narasumber : Mutumanikam dari kitab “Al-Hikam”

Selasa, 22 Maret 2011

RAHASIA KEHIDUPAN


Berikut adalah hukum-hukum yang tersirat dan tersurat tentang rahasia kehidupan:

1. Adanya sesuatu karena adanya sebab atau proses yang mengadakannya.
Hukum sebab akibat adalah hukum alam yang menyatakan bahwa segala sesuatu tidak akan terjadi dengan sendirinya tanpa ada yang mengadakan atau yang menyebabkan adanya sesuatu. Segala sesuatu tidak akan pernah ada atau terjadi tanpa adanya sebab yang mengadakan atau yang menimbulkannya.
Hukum ini jelas menyatakan bahwa segala sesuatu yang hendak kita dapatkan atau kita capai haruslah melalui sebuah proses atau sebab  untuk mencapainya.
Mengharapkan dan menginginkan terjadinya sesuatu tanpa adanya sebab dan proses untuk mencapainya merupakan kenisbian dan kemustahilan belaka.
Oleh karena itu untuk mendapatkan sesuatu yang kita harapkan dan kita inginkan hendaklah kita harus melalui sebuah proses tuk mendapatkannya, tanpa adanya hal ini semua yang kita inginkan dan kita harapkan tak ubahnya sebuah hayalan dan impian semata yang takkan pernah terwujud dan terealisasi adanya.
2. Sesungguhnya setiap individu manusia itu pada dasarnya adalah baik.
Pernahkah kita sadari hal ini bahwa sesungguhnya setiap individu manusia itu pada dasarnya adalah baik.Dan kejahatan atau keburukan yang dilakukannya adalah karena kelalaian, kebodohan , ketidaktahuannya , serta ketidak mampuannya menahan atau mengendalikan emosi dan keinginannya.
Teori ini berdasarkan dan mengacu pada sifat dasar individu manusia yang senantiasa menginginkan kebaikan untuk dirinya .
Dan tidak ada satu orang pun individu manusia di dunia ini yang mengharapkan dan menginginkan keburukan untuk dirnya.
3. Kehidupan ini sesungguhnya senantiasa berpasang-pasangan.
Adanya siang dan malam, adanya laki-laki dan perempuan, adanya positif dan negatif, dan yang lain-lain nerupakan bukti bahwa sesungguhnya kehidupan ini sesungguhnya senantiasa berpasang pasangan. Namun banyak diantara kita yang kurang dan tidak menyadari akan adanya hal ini yang menginginkan kesamaan atau menyamakan sesuatu yang tidak sama, hal ini merupakan hal yang mustahil dan bertentangan dengan takdir yang telah Tuhan gariskan di dunia ini, Karena sesungguhnya apa yang ada didunia ini berbeda-beda tidak ada yang sama, walaupun seorang kembar sekalipun. Jadi janganlah kita berpandangan tuk menyamakan dan menyelaraskan sesuatu yang di takdirkan tidak sama, karena sama halnya menentang takdir yang telah Tuhan gariskan.
4. Siapa yang menanam maka akan menuai hasilnya.
Setiap orang akan mendapatkan sesuai dengan apa yang diusahakannya, jika kita menanam kebaikan maka akan berbuah kebaikan begitupun sebaliknya jika kita menanam keburukan maka akan berbuah keburukan.Setiap orang akan menuai hasil sesuai dan sebanding dengan apa yang telah dilakukan dan dikerjakannya, seperti halnya kalau kita menanam buah semangka tentu akan menghasilkan buah semangka , jika kita menanam daun sirih maka akan menghasilkan daun sirih, tidakmungkin jika menanam daun sirih akan berbuah semangka .
Jadi jelaslah bahwa setiap individu manusia akan menuai hasil sesuai dan sebanding dengan apa yang telah diusahakan dan dikerjakannya. Jika kita menanam keburukan akan menuai keburukan ,jika kita menanam kebaikan maka akan menuai kebaikan, sesuai dan sebanding dengan apa yang dikerjakan.
5. Tiada yang sempurna dan kekal di dunia ini.
Pernahkah kita mengkaji dari kehidupan ini sesungguhnya tiada yang sempurna dan kekal didunia ini. Ada yang datang ada yang pergi, ada yang terlahir ada yang binasa , semuanya tidak ada yang sempurna , semuanya akan hancur dan binasa .Tidak ada yang sempurna di dunia ini,
begitupun diri kita manusia.
Tidak ada manusia yang sempurna, semuanya memiliki kekurangan, semuanya memiliki kelebihan, semuanya akan binasa.
6. Segala sesuatu yang berlebihan itu merugikan
Berlebihan dalam segala hal pada dasarnya akan merugikan diri kita sendiri karena sesungguhnya manusia itu serba terbatas adanya.oleh karena itu janganlah berlebihhan dalam segala hal walaupun itu dalam hal kebaikan sekalipun karena pada dasarnya akan merugikan diri kita sendiri.
7. Apa yang ada di dunia ini hanya datang sekali seumur hidupkita
Pernahkah kita menyadari sesungguhnya apa yang terjadi didunia ini hanya datang sekali dan tidak akan terulang lagi, apa yang terjadi dalam kehidupan ini hanya akan terjadi sekali seumur hidup kita, oleh karena itu manfaatkan waktu sebaik mungkin, jangan sia-siakan hidup kita, berbuatlah yang terbaik dalam kehidupan ini agar tidak ada penyesalan di kemudian hari. Karena ingatlah dalam kehidupan ini apa yang telah terjadi takkan pernah terulang lagi.
8. Hidup adalah sebuah pilihan
Kalau kita mengkaji sesungguhnya hidup ini adalah sebuah pilihan, dimana kita harus memilih diantara dua pilihan diantara baik dan buruk , haram dan halal, jalan surga atau neraka semua tergantung diri kita untuk menentukan sebuah pilihan. Setiap pilihan yang kita pilih ,kita harus rela menerima resikonya sebagai hasil dan buahnya,karena sesungguhnya kita majikan dari kita sendiri, semuanya bergantung pada kita tuk menentukan sebuah pilihan.

sumber