Sahabat, semakin lama kita hidup,
tidak terasa amanah umur yang kita dapat sebagai berkah dan nikmat dari Allah
SWT juga semakin berkurang dengan sendirinya. Apapun cara kita menikmatinya –
menjalaninya itu semata-mata tergantung cara kita mengikapi dan memperdulikan
setiap kesempatan yang ada di hadapan kita, baik – buruknya ada dalam sikap
terbaik kita menyikapinya.
Baiklah sahabat mari kita sedikit
merenungkan kembali pemaknaan tentang umur kita.
Pertama, umur adalah karunia Allah
SWT yang wajib kita syukuri dengan sungguh – sungguh dan menggunakannya dengan
segala sesuatu yang diridhai oleh Allah SWT. Maka, bangsiapa yang tidak
menggunakannya dengan baik berarti dia sudah kufur nikmat. Naudzubillah.
Kedua, umur manusia pada hakikatnya
sermakin berkurang. Manusia ketika dilahirkan sudah ditentukan rezeki, jodoh,
dan umurnya sehingga semakin bertambah umur berarti jatah umur yang sudah
ditetapkan oleh Allah SWT, akan semkain berkurang. Hanya angkanya saja yang
semakin bertambah. Maka berhati-hatilah dengan umur kita. Kita harus sekuat
tenaga menggunakannya seoptimal mungkin agar hidup ita penuh dengan
kebahagiaan.
Ketiga, umur itu laksana pedang.
Kalau kita anggap umur itu menghabiskan jatah waktu hidup di dunia ini. Jadi
kalau mengacu kepada hadits, bahwa waktu itu laksana pedang, berarti umur pun
laksana pedang. Artinya, setiap saat bisa membunuh kehidupan kita, jika sedetik
saja kita berbuat sia-sia, Allah SWT mencabut nyawa kita, maka habislah amal
kita dan tunggullah azab Allah SWT. Jadilah manusia yang senantiasa berjuang memanfaatkan
umur – umur penuh amal shaleh.
Keempat, umur adalah catatan hidup
manusia. Ingatlah wahai sahabatku, bahwa kita ini sedang menghitung hari.
Berapa hari yang sudah digunakan untuk kebaikan amal shaleh, berapa hari yang
tidak digunakan untuk amal shaleh. Sedangkan nanti diakhirat amal kita akan
ditimbang. Seandainya, umur kita lebih banyak amal baiknya maka surgalah yang
akan menjemput kita. Akan tetapi, jikalau amal jelek yang lebih berat maka
neraka yang akan menjemputnya. Berusahalah sekuat tenaga agar hari demi hari
diisi dengan amal shaleh.
Kelima, perbanyaklah istighfar.
Manusia adalah makhluk yang tidak luput dari kesalahan, kekurangan, kelemahan,
dan dosa. Karena, memang manusia itu diberikan kebebasan oleh Allah SWT untuk
berbuat baik atau berbuat jelek. Pada dasarnya semua manusia baik dan fitrah,
namun setan yang terkutuk selalu menggangu dan menyeret manusia untuk menjadi
temannya kelak diakhirat. Semoga kita terhindarkan dari bujuk dan rayuan setan
yang terkutuk.
Ketika manusia mengalami surut dan
melakukan kejelekan dan dosa, maka segeralah meminta ampun yang
sungguh-sungguh. Dalam hidup ini tidak ada yang abadi, semuanya akan rusak dan
binasa. Begitu pun dengan dosa kita, sebesar apapun dosa kita, karena Allah SWT
Maha Pengampun dan Maha Penyayang. Seandainya jiwa dan hati kita gundah karena
melalaikan waktu dan umur, segeralah kita minta ampunan kepada-nya.
Tidak ada kata terlambat untuk kita
memperbaiki diri dan bertekad melakukan yang terbaik dalam hidup. Yang paling
penting sekarang adalah tekad untuk memperbaiki diri. Sebelum ajal datang kita
masih bisa mengawalinya sekarang juga. Yakinlah, bahwa apa pun yeng telah
diperbuat dan dirasakan hal itu merupakan kejelekan, sudah diampuni oleh Allah
SWT. Optimislah sahabat 

Tidak ada komentar:
Posting Komentar